NewYork,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Irak dalam pidato di sidang umum ke-73, Jumat (28/9)  menyatakan, tidak ada opsi selain berdialog secara terbuka dengan Iran. Oleh karena, Ibrahim Jaafari mengajak negara-negara Arab berdialog dengan Teheran.

Jaafari juga menanggapi pernyataan perdana menteri Israel. Dia mengecam klaim-klaim Netanyahu soal kehadiran pasukan Iran di Irak.

Netanyahu dalam pidatonya di sidang umum mengklaim, dirinya akan menargetkan basis-basis Iran di Suriah dan Irak.

Jaafari juga menyinggung pertemuan para menlu Liga Arab di New York. Dia menilai, ada sejumlah poin ‘positif’ yang dihasilkan dalam pertemuan itu, di antaranya adalah pendirian negara-negara Arab terkait norma-norma Palestina.

Menlu Irak menegaskan, Baghdad mendukung norma-norma Palestina dan menganggap al-Quds sebagai ibukota Palestina.

Terkait dengan sanksi AS atas Iran, Jaafari menyatakan negaranya menentang blokade atas negara-negara. Dia meyakini, solusi untuk krisis Yaman adalah dukungan terhadap proses dialog di negara tersebut.

Jaafari tak lupa mengecam keberadaan pasukan Turki di Baasyiqah. Dia meminta agar Ankara menarik pasukannya keluar dari wilayah Irak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*