Baghdad,LiputanIslam.com-Kamil al-Zaidi, wakil parlemen Irak, mengabarkan adanya perundingan rahasia Baghdad dengan Arbil. Dia mengatakan, perdana menteri Irak telah membentuk komite khusus untuk menangani masalah ini.

Harian al-Sharq al-Awsath menyatakan, al-Zaidi adalah anggota komite parlemen yang dibentuk untuk berunding dengan Baghdad sebelum dilangsungkannya referendum Kurdistan pada 25 September lalu.

Al-Zaidi mengatakan, Haider Abadi telah membentuk komite rahasia yang dipimpin “seorang tokoh politik senior” guna berunding dengan Arbil. Perundingan ini dikabarkan telah mencapai banyak kemajuan.

Anggota parlemen Irak ini mengapresiasi sikap Kurdistan yang menerima interpretasi Pengadilan Tinggi Federal atas pasal pertama UUD Irak terkait kesatuan negara Irak. “Sikap Arbil ini merupakan salah satu hasil dari perundingan yang dilakukan komite,”kata al-Zaidi.

Pada hari Rabu (15/11) juru bicara divisi penerangan kantor perdana menteri Irak menyatakan, Baghdad menganggap diterimanya interpretasi pengadilan federal terkait pasal pertama UUD Irak sebagai pengakuan Arbil akan gugurnya hasil referendum Kurdistan.

Seperti diketahui, Kurdistan pada 25 September lalu mengadakan referendum disintegrasi. Referendum ini tidak hanya ditentang oleh Irak, tapi juga oleh negara-negara tetangga serta organisasi-organisasi regional dan internasional, seperti Uni Arab dan PBB. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL