Baghdad,LiputanIslam.com-Kemenlu Irak dalam statemennya menyatakan,”Kami mengecam penyerbuan dan perusakan terencana terhadap konsulat Iran di Arbil, juga ancaman kepada para pegawai dan penghinaan terhadap bendera negara sahabat dan tetangga Irak.”

Menurut kemenlu Irak, tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan nyawa para pegawai kantor diplomatik di Kurdistan ada di pundak para pejabat wilayah ini.

Para pegiat medsos Kurdistan mempublikasikan video berdurasi 45 detik yang memperlihatkan penyerbuan ke konsulat Iran di Arbil. Penyerbuan ini diduga dilakukan oleh para pendukung partai Demokrat Kurdistan pimpinan Masoud Barzani.

Akibat dari propaganda menyesatkan partai Demokrat, sejumlah pendukung Barzani terlihat menurunkan bendera Iran dalam video tersebut.

Sejak perdana menteri Irak menginstruksikan penjagaan keamanan provinsi Kirkuk dan kawasan-kawasan yang disengketakan Arbil-Baghdad, televisi dan media yang berafiliasi kepada Barzani berulangkali menyebarkan hoax tentang Iran dan al-Hashd al-Shaabi.

Kebohongan kabar-kabar ini begitu nyata, sampai-sampai Amerika, sekutu Barzani, memberikan respon. Tentara Amerika menyatakan, tidak ada laporan dan bukti akan keberadaan IRGC di Kirkuk dan sekitarnya.

Media-media pendukung partai Demokrat juga menyiarkan berita serangan al-Hashd al-Shaabi ke Kirkuk dengan bantuan Iran. Namun kelompok relawan Irak ini menegaskan, mereka sama sekali tidak memasuki Kirkuk. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL