Washington,LiputanIslam.com-Menurut laporan Associated Press, para pejabat Amerika mengumumkan, kebijakan baru Trump menghapus Irak dari daftar negara-negara yang warganya dilarang memasuki AS.

Berdasarkan pernyataan dari empat pejabat AS, kebijakan baru ini diambil menyusul tekanan dari Pentagon dan Kementerian Luar Negeri AS. Mereka meminta Gedung Putih menghapus nama Irak dengan alasan peran penting negara ini dalam membasmi ISIS.

Para pejabat ini tak ingin nama mereka disebutkan, sebab mereka tidak diizinkan untuk berbicara tentang hal ini sebelum kebijakan baru tersebut ditandatangani.

Rencananya, Trump akan menandatangani kebijakan baru ini pada Rabu (1/3). Sebelum ini, berdasarkan kebijakan imigrasi yang akhirnya ditangguhkan oleh Pengadilan Federal AS, warga dari tujuh negara, termasuk Irak, dilarang memasuki AS. Enam negara lain adalah Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL