Seoul,LiputanIslam.com-Seorang pejabat AS menyatakan, kebijakan Washington di masa Donald Trump terhadap Pyongyang bersifat lebih ofensif. Dia mengabarkan bahwa negaranya diam-diam telah mengirim senjata strategis ke Korsel sebagai ancaman untuk Korut.

Berdasarkan laporan Times edisi Korea, Minggu (26/3), pejabat yang tak disebutkan namanya ini berkata,”Pengiriman senjata secara tiba-tiba sangat efektif untuk menakut-nakuti Korut. Ini adalah pesan kepada Pyongyang bahwa senjata ini bisa digunakan kapan saja.”

Hal ini disampaikan beberapa hari setelah Washington mengirim sejumlah jet F-35B ke Semenanjung Korea. Awalnya, jet-jet ini dikirim ke Jepang.

Dikabarkan bahwa jet-jet modern ini digunakan dalam latihan militer bersama AS-Korsel. Dalam latihan tersebut, jet-jet ini mensimulasikan serangan terhadap Korut.

Seorang perwira AS mengatakan,”Pengiriman jet termodern yang dimiliki marinir AS ke Korea adalah bukti komitmen AS untuk mendukung sekutunya.”

Ungkapan serupa pernah disampaikan Washington saat kapal selam nuklir USS Columbus memasuki perairan Korea untuk bergabung dengan latihan militer ini.

Pada 15 Maret lalu, dua unit pesawat pembom B-1B AS dikirim diam-diam ke pangkalan udara Anderson di Guam, lalu dikirim ke Korsel.

Minggu (26/3), Korut memberikan reaksi terhadap latihan militer yang diikuti 17 ribu serdadu AS dan 300 ribu serdadu Korsel. Korut mengancam akan menargetkan latihan militer tersebut dengan serangan preventif.

Dalam pernyataan Korut disebutkan,”Selama perangkat perang AS-Korsel… masih berada di dalam dan sekitar Korsel, mereka harus tahu bahwa militer kami akan menyerang mereka dengan serangan maut tanpa ada peringatan sebelumnya.” (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL