Washington,LiputanIslam.com-Institut STRATFOR (STRATegic FORecasting) pada Senin (10/12) merilis prediksinya terkait tren politik tahun 2019. Laporan STRATFOR juga menyinggung masa depan Timur Tengah dan hubungan Iran-AS.

“Kampanye sanksi yang dipimpin AS memang akan merugikan Iran dan memicu persoalan ekonomi, tapi tidak akan  berujung pada runtuhnya pemerintahan Iran. AS berharap bertambahnya sanksi akan membawa Iran ke meja perundingan, namun hal ini tak akan terjadi,”tulis STRATFOR.

Institut terkemuka AS ini berpendapat, meski di Iran ada rivalitas politik internal, namun sayap-sayap politik di negara ini lebih memprioritaskan stabilitas tatanan politik daripada permainan politik.

STRATFOR juga menulis, munculnya problem ekonomi akan menguatkan pihak konservatif dan pengkritik pemerintah di Iran. Badan-badan intelijen Iran juga disebut akan semakin tangguh untuk menghadapi tekanan asing yang terus bertambah.

Jika Eropa tak sanggup menjamin kepentingan ekonomi Iran dari kesepakatan nuklir (JCPOA), Teheran diklaim akan melakukan tindakan pembalasan terhadap AS dan Israel.

STRATFOR juga menyinggung strategi regional AS di Timteng untuk menghadapi Iran. Menurut institut ini, Israel, Saudi, dan UEA adalah tiga rezim sekutu AS yang sepakat dalam memusuhi Iran.Washington disebut akan mengandalkan ketiganya guna meredam Teheran.

Sejumlah negara seperti Kuwait, Oman, dan Qatar adalah negara-negara yang memiliki nilai strategis, diplomatik, dan ekonomi bagi AS. Namun, negara-negara tersebut tidak tertarik untuk memusuhi Iran, demikian pendapat STRATFOR. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*