Basrah,LiputanIslam.com—Seorang insinyur asal Irak telah membuat sebuah game laser yang mampu mengajarkan generasi masa kini tentang peradaban kuno. Uniknya, permainan ini dikemas sedemikian rupa, sehingga pemainnya pun tidak hanya mendapakan kesenangan tetapi juga pendidikan.

Seorang insinyur, sekaligus pencipta game edukatif bernama Hassan Ali, mengatakan pada Rabu (9/8) bahwa permainan ini dirancang untuk memberikan pendidikan sejarah kepada generasi muda.

“Generasi muda saat ini banyak yang tidak tahu apa-apa tentang sejarah Irak. Bagi saya, mereka tidak boleh disalahkan atas hal itu. Sebab, mereka hidup di masa ketika Irak tengah mengalami kekacauan dan krisis. Kekacauan ini telah menyebabkan mundurnya kualitas pendidikan, terabaikannya acara simposium budaya, serta mundurnya sektor arkeologi, dan pariwisata di Irak. Saat ini, Anda akan jarang melihat generasi muda Irak di Basrah pergi situs-situs arkeologi. Bahkan, sangat sulit untuk menemukan situs arkeologi yang menarik minat para wisatawan ke Irak,” ucap Ali.

Selain menggunakan laser, game ini juga dilengkapi dengan labirin berhiaskan huruf-huruf berbentuk baji, salah satu sistem tulis menulis paling awal yang ditemukan oleh orang-orang Sumeria. Dinding labirin juga dilengkapi dengan gambar-gambar harpa khas orang-orang Sumeria dan alat-alat berburu yang digunakan oleh orang-orang generasi awal Mesopotamia.

Sang arsitek permainan, Hassan Ali, menerangkan bahwa game ini ditujukan kepada mereka yang berusia di atas 10 tahun dan siapa pun yang menyukai petualangan, sekalipun telah berusia 60 tahun. “Di dalam permainan ini, kami benar-benar menciptakan suasana yang sangat menarik untuk mereka. Perjalanan sejarah Irak yang dimulai dengan Gua Shanidar dan diakhiri dengan datangnya peradaban Islam.”

“Setiap fase permainan dilalui selama kurang lebih 13 menit. Setelah itu, para pemain akan mengetahui beberapa hal tentang tokoh-tokoh sejarah, seperti Nebukadnezar, Hammurabi, dan yang lainnya.” Ungkap Ali.

Permainan laser yang edukatif ini dibangun di daerah Basrah, Irak, dan telah menghabiskan dana senilai 1,2 juta dolar. Selain itu, wahana permainan dilengkapi dengan kafe dan restoran yang dapat memanjakan pemain seusai menikmati permainan ini. (fd/NRT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL