Washington,LiputanIslam.com—Berdasarkan atas komunitas Muslim terkemuka di AS bahwa jumlah insiden Islamofobia di Amerika Serikat kini melonjak hingga mendekati dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir, jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu, saat pemilihan atas Presiden Donald Trump dilakukan.

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) melaporkan pada Senin (17/7) bahwa telah terjadi 940 lebih insiden anti-muslim antara bulan April hingga Juni 2017. Laporan tersebut menyatakan bahwa kenaikan ini telah mencapai 91 persen.

CAIR telah mengamati insiden anti-Muslim ini sejak 2013 lalu. Baginya, tahun ini adalah tahun terburuk dalam seluruh rangkaian kejahatan anti-Muslim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kampanye pemilihan Presiden Trump telah memanfaatkan isu anti-Islam dan orang-orang Amerika fanatik yang anti terhadap Islam. Akibatnya, warga Muslim di Amerika serta kelompok minoritas lainnya pun jadi korbannya,” ucap Zainab Arain, Koordinator CAIR yang bertugas untuk memantau serta memerangi Islamofobia.

“Jika tindakan ini terus berlanjut, maka 2017 bisa menjadi tahun terburuk untuk fenomena anti-Muslim semacam ini.” Tambahnya.

CAIR mendasarkan laporannya dari berbagai data serta kejadian yang dilaporkan maupun disaksikan secara langsung. Meski begitu, ada banyak kasus anti-Muslim yang tidak sempat dilaporkan karena korban tidak mampu melaporkan hal ini kepada petugas penegak hukum atau institusi masyarakat.

Para kritikus berpendapat bahwa retorika serta kebijakan Trump terhadap umat Muslim, sebelum maupun sesudah pemilihan, telah menjadi penyebab tersebar luasnya pemikiran anti-Muslim di seluruh penjuru AS.

Sementara itu, beberapa akademisi mengatakan bahwa larangan  Trump kepada mereka yang berasal dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim bertujuan untuk menyebarkan Islamofobia serta menjadi pemicu berbagai tindak kejahatan terhadap umat Muslim di negara itu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL