Teheran,LiputanIslam.com—Beberapa negara besar yang terlibat dalam perjanjian nuklir Iran, seperti Jerman, Inggris, dan Prancis, tetap berpegang teguh untuk menegakkan perjanjian pengembangan nuklir yang telah ditandatangani dengan Iran. Meski begitu, tetap masih ada kemungkinan Amerika yang saat ini dipimpin oleh Donald Trump “mengkhianati” perjanjian tersebut. Tindakan Trump ini kemungkinan akan berdampak pada rusaknya stabilitas di Timur Tengah.

Seorang profesor hubungan internasional dari Universitas Durham, Anoush Ehteshami, mengatakan pada Selasa (1/5) bahwa tindakan Trump ini akan berdampak pada hubungan Amerika dengan Uni Eropa yang secara kompak menyetujui persetujuan nuklir Iran. Tak hanya dengan Uni Eropa, bahkan Amerika bisa memperumit hubungannya dengan Rusia dan Cina.

Sementara itu, seorang komentator politik bernama Ghoncheh Tazmini mengatakan bahwa persetujuan nuklir Iran telah diprakarsai oleh tujuh negara. Tujuh negara itu, termasuk Amerika, telah berkomitmen untuk menjaga persetujuan tersebut.

“Namun jika ada satu pihak yang mencoba untuk melanggar komitmen itu, maka ini merupakan kemunduran validitas hukum internasional,” ucapnya.

Tazmini meragukan Trump akan menarik diri dari persetujuan tersebut. Sebab, tindakan ini akan semakin memperkeruh keadaan di Timur Tengah, terlebih karena Iran memiliki pengaruh yang kuat di kawasan itu. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL