Washington,LiputanIslam.com-Para mantan konsultan Donald Trump mengungkapkan trik-trik yang mereka gunakan demi menjauhkan dia dari Twitter.

Salah satu trik yang digunakan adalah mempublikasikan berita-berita yang berisi pujian untuk Trump. Cara ini efektif untuk mencegahnya menggunakan Twitter.

Enam personel senior dari tim kampanye Trump mengatakan, jika tak ada berita-berita yang memujinya, maka mereka akan mengupayakan agar media dan koran pendukung Trump memuat berita-berita semacam itu.

Sam Nunberg, mantan penanggung jawab Humas Trump, mengatakan,”Jika Trump marah lantaran berita-berita media tentang dirinya (di masa kampanye pilpres), cara efektif untuk menenangkannya adalah dengan memberinya koran-koran yang memuat berita yang disukainya.”

Semua anggota tim Trump selalu berupaya agar dia mendapatkan berita yang ‘tepat’. Menurut mereka, Trump jarang mengikuti berita secara online. Dia lebih suka membaca koran-koran yang telah dipilihkan untuknya. Dia juga mempelajari ringkasan topik yang diletakkan para bawahannya di mejanya setiap hari.

Di sisi lain, Trump adalah pelanggan tetap TV kabel. Bahkan para pegawainya tak sanggup mencegahnya men-tweet hal-hal yang tidak berkaitan dengan program utama tim kampanyenya.

Sebagai contoh, Trump terlibat perdebatan melalui Twitter dengan ayah Khizr Khan, serdadu muslim AS yang tewas di Irak. Begitu pula perseteruannya dengan Alicia Machado, Miss Universe 1996.

Seorang mantan tim sukses Trump mengungkapkan, Nunberg dan Jason Miller, mantan manajer Humas Trump, sangat mahir merekomendasikan media-media alternatif untuknya. Mereka memberi Trump berita-berita dari media seperti Fox News, Washington Examiner, Breitbart, The Daily Caller, dan sebagainya.

Jika mereka menemukan berita yang tepat, maka tim kampanye Trump segera mempublikasikannya di Twitter.

Sebelum ini, para pakar kejiwaan menyatakan, Trump memiliki tanda-tanda klasik dari narsisme yang akut.

Baru-baru ini, John D. Gartner, seorang psikolog ternama, mengatakan bahwa Trump menderita malignant narcisism. Dalam bahasa awam, ini berarti gabungan dari kagum kepada diri sendiri, kepribadian antisosial, dan sadisme. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL