TelAviv,LiputanIslam.com-Media-media Israel pada Minggu (8/7) mengabarkan, Tel Aviv telah menghubungi Washington untuk menyampaikan syarat-syarat terkait kerjasama nuklir AS-Saudi.

Berdasarkan kesepakatan yang akan segera ditandatangani secara resmi oleh AS dan Saudi, perusahaan-perusahaan AS akan menjadi kontraktor pembuatan dua reaktor nuklir di Saudi. Riyadh sejak beberapa waktu lalu telah berbicara dengan kementerian energi AS untuk memperoleh izin pengembangan program nuklir.

Seorang pejabat kabinet Israel menyatakan, Tel Aviv berpendapat bahwa proyek ini tidak akan dihalang-halangi Washington, karena AS akan mendapat keuntungan besar darinya. Oleh karena itu, Rezim Zionis menyampaikan syarat-syarat terkait program nuklir Saudi kepada AS.

Berikut ini adalah syarat-syarat yang diajukan Yuval Steinitz (menteri energi Israel) dalam pertemuan dengan sejawatnya dari AS, Rick Perry. Perry adalah pihak yang bertanggung sebagai perunding dengan Saudi soal program nuklirnya:

  1. AS diharap melakukan perundingan ini atas koordinasi penuh dengan Israel secara transparan.
  2. Israel sejak awal ingin mengetahui isi kesepakatan AS-Saudi. Dengan alasan keamanan, Tel Aviv juga ingin diajak konsultasi soal tempat pembangunan reaktor.
  3. Israel tidak menghendaki adanya pengayaan uranium di wilayah Saudi.
  4. Israel ingin agar AS yang menyerahkan semua bahan bakar nuklir kepada Saudi.
  5. Semua bahan bakar nuklir yang sudah digunakan Saudi, harus dibawa keluar oleh AS agar Riyadh tidak bisa memrosesnya menjadi bom. (af/alalam/fars)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*