TelAviv,LiputanIslam,com-Kanal 13 Israel pada Jumat malam (20/9) melaporkan, Benyamin Netanyahu mengaku bersedia mundur dari dunia politik. Syaratnya, dia harus dibebaskan dari semua dakwaan yang dialamatkan kepadanya.

Dilansir dari kantor berita Anadolu, Netanyahu sudah berbulan-bulan meminta dari Reuven Rivlin (presiden Israel) untuk mencabut tuduhan darinya. Sebagai gantinya, dia siap mundur dari kancah politik.

Menurut Kanal 13, Netanyahu setidaknya telah bicara dengan satu orang terkait hal ini. Namun dia pesimistis bisa menarik perhatian Rivlin. Apalagi Avichai Mandelblit (jaksa agung Israel) sudah pasti akan menentang pencabutan tuduhan ini, sebab itu dianggap sebagai pelanggaran hukum.

Baca: Benny Gantz Tolak Usulan Koalisi Netanyahu

“Barangkali Isaac Herzog (pemimpin oposisi kabinet sekarang) adalah penghubung antara Netanyahu dan Rivlin. Namun tampaknya Herzog tidak akan menerimanya,”lapor Kanal 13.

Dalam pemilu Knesset ke-22 yang berlangsung Selasa (17/9) lalu, koalisi “Biru-Putih” yang dipimpin Benny Gantz memperoleh 33 kursi di parlemen. Sementara Partai Likud pimpinan Netanyahu gagal mendapatkan lebih dari 32 suara. Artinya, tak satu pun partai yang mendapatkan mayoritas suara untuk membentuk kabinet.

Pembentukan kabinet di Israel memerlukan sedikitnya 61 kursi dari total 120 kursi di Knesset, atau 50 %+1. Jika angka ini tidak tercapai, maka kabinet tidak akan terbentuk.

Sepanjang sejarah Israel, belum ada partai yang bisa memperoleh mayoritas suara Knesset. Sebab itu, kabinet-kabinet pemerintahan Rezim Zionis selalu dalam bentuk koalisi. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Hasil Pemilu Tak Memuaskan, Netanyahu Batal Berkunjung ke PBB

Rival Netanyahu Akui Siap Bicara Tentang Bentuk Pemerintahan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*