Washington,LiputanIslam.com-Harian New York Times menyinggung program Mike Pompeo untuk berpidato di sebuah institut dan mengumumkan strategi baru negaranya untuk menghadapi Iran. Menurut harian ini, Washington tengah menggodok rencana negosiasi untuk menjalin kesepakatan baru.

Pompeo dalam pidatonya di Institut Heritage berencana meminta keikutsertaan lebih banyak negara dalam negosiasi baru ini. Dia menginginkan partisipasi negara-negara seperti Jepang dan negara-negara Arab yang absen dalam kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA).

Menlu AS menghendaki negosiasi yang mencakup pembatasan nuklir yang lebih ketat dan lama, pembatasan dalam uji coba dan ekspor rudal, serta pembatasan dalam aktivitas regional Iran.

Para pejabat Iran juga mengutarakan kekhawatiran reaksi Iran melalui perang siber. Sebab itu, mereka dikabarkan tengah mengkaji cara-cara untuk membatasi aktivitas siber Teheran.

Di tengah persiapan Uni Eropa untuk menghadapi embargo-embargo AS atas Iran, Pompeo dalam pidato hari Senin mendatang (21/5) berniat mengesankan perbedaan pandangan antara Washington dan Brussels tidaklah penting.

“Persamaan pandangan kami lebih banyak dari perbedaan pandangan kami dengan Eropa,”kata Brian Hook, manajer perancang kebijakan kemenlu AS. (af/alalam/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*