Baghdad,LiputanIslam.com-Presiden Irak menegaskan, negaranya tidak memandang Iran dari kacamata Saudi. Dia menyatakan, Irak ingin menjalin hubungan seimbang dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama.

Dalam wawancara dengan harian Saudi, Okaz, Fuad Masum mengatakan,”Kami tidak dalam kondisi untuk bermusuhan dengan siapa pun. Kami hanya menginginkan hubungan setara dengan semua pihak.”

Terkait peran Qassem Soleimani, komandan IRGC, dalam situasi dalam negeri Irak, Masum mengatakan,”Tidak semua hal yang diberitakan soal Soleimani dan tindakannya di Baghdad adalah akurat. Foto dia di sebuah tempat tidak berarti bahwa dia benar-benar berada di situ. Foto-foto tersebut dipublikasikan dengan beragam analisis dan interpretasi.”

Saat Okaz bertanya tentang aktifitas Soleimani sebagai konsultan di Kementerian Pertahanan Irak, Masum menjelaskan bahwa Irak juga menggunakan konsultan dari Amerika, Prancis, dan Turki. “Soleimani hanya seorang konsultan militer, bukan pejabat permanen,”jelasnya.

Masum juga bicara soal legalitas al-Hashd al-Shaabi serta perannya dalam memerangi ISIS dan nasibnya pasca kekalahan kelompok teroris tersebut. Dia menegaskan, keberadaan kelompok relawan ini bersifat legal. Masum menyatakan, pihak yang menentukan kebijakan Irak adalah Dewan Menteri dan lembaga kepresidenan, bukan pihak lain.

“Keberadaan al-Hashd al-Shaabi sangat vital sejak awal, sebab saat itu Baghdad dan kota-kota lain terancam oleh kelompok-kelompok teroris. Dalam situasi semacam ini, mobilisasi umum dilakukan. Ini adalah hal yang wajar terjadi di tiap negara yang berada dalam ancaman,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL