Beirut,LiputanIslam.com-Mantan presiden Lebanon dalam sebuah wawancara menjelaskan dalil dua kali kemenangan negaranya atas Israel. Emil Lahoud berkata, ketika sebuah kelompok meyakini dirinya di pihak kebenaran, lalu bertekad untuk melawan, maka sekuat apa pun musuh pasti akan kalah di hadapannya.

Lahoud berbicara tentang peristiwa-peristiwa tahun 2000 saat pasukan Israel mundur dari selatan Lebanon. Dia mengaku, dirinya sudah tahu bahwa Israel berniat mundur.

“Israel kabur pada pukul 5 pagi, dan saya hadir di tempat pukul 8.30 pagi. Sebagian warga, lantaran terpengaruh isu-isu, khawatir Hizbullah akan membalas dendam terhadap mereka. Namun saya yakinkan mereka bahwa serdadu Hizbullah adalah orang-orang mulia. Mereka tak akan melakukan hal tersebut,”tuturnya kepada kanal al-Kautsar.

Lahoud menyatakan, dia menentang ide pelucutan senjata kelompok muqawamah usai kaburnya Israel. Ia berargumen, tentara adalah pasukan militer yang basis dan persenjataannya bisa diketahui dengan mudah. Sebab itu, tentara bisa menjadi target yang mudah.

“Namun tidak demikian halnya dengan kelompok muqawamah, sebab mereka tak punya basis tertentu, sehingga sulit untuk menyerang mereka,”kata Lahoud.

Amerika, kata Lahoud, punya pengalaman semacam ini dengan Vietkong. Tentara Amerika diserang mendadak oleh para gerilyawan Vietnam, yang kemudian langsung menghilang.

“Itulah yang menyebabkan Amerika kalah di Vietnam. Menurut saya, kelompok muqawamah harus tetap memegang senjata, sebab mereka melengkapi tentara Lebanon,”tandasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL