Samih Syukri, Menlu Mesir (foto:tasnimnews)

Samih Syukri, Menlu Mesir (foto:tasnimnews)

Kairo, LiputanIslam.com-Saudi mengajukan pemecatan Menteri Luar Negeri Mesir sebagai syarat pemulihan hubungan Riyadh-Kairo. Samih Syukri dituding sebagai penyebab memburuknya hubungan kedua negara.

Menurut laporan koran al-Mishriyun yang dikutip dari sumber diplomatik, Saudi mengambil sikap ini setelah pertemuan Samih Syukri, Menteri Luar Negeri Mesir, dengan sejawatnya dari Iran, Javad Zarif, di Rapat Umum PBB September lalu. Riyadh memandang pertemuan itu sebagai ‘penentangan’ Mesir terhadap Saudi dan awal kerjasama antara Kairo-Teheran.

Sumber diplomatik ini menyatakan, salah satu penyebab perselisihan Kairo-Riyadh adalah inisiatif Syukri menghadiri pertemuan para kepala negara Arab-Afrika. Padahal Saudi dan tujuh negara Arab lain, beserta Maroko, memboikot pertemuan tersebut.

Kritik Syukri Atas Pemikiran Wahabi

Syukri juga dianggap dalang ketegangan Mesir-Saudi karena, sebagaimana dinyatakan situs berita Arabi21, dia menyebut pemikiran Wahabi sebagai pangkal terorisme. Selain itu, Syukri juga mendukung Jenderal Michel Aoun, presiden Lebanon, yang merupakan pembela Bashar Asad.

Yang menarik, pertemuan Samih Syukri dengan Imad Michel Aoun (ketua Parlemen Lebanon) dan Saad al-Hariri (Perdana Menteri) adalah kunjungan pertama seorang menteri luar negeri Arab ke Beirut pasca pilpres Lebanon.

Penentangan Menlu Mesir Terhadap Kebijakan Saudi

Sikap lemah Mesir terhadap UU JASTA juga membuat Saudi yakin bahwa Samih Syukri dan Kementerian Luar Negeri Mesir menentang kebijakan negara petro dolar ini.

Menanggapi tuntutan pemecatan Syukri, Mesir menyatakan bahwa itu urusan dalam negeri Mesir yang tak boleh diintervensi pihak asing. (af/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL