Washington,LiputanIslam.com-Seorang mantan pejabat Kemenlu Amerika mengungkap penyebab Saudi dan Israel bersekutu dengan negaranya. Ia mengatakan, selama kedua rezim ini masih membeli senjata Amerika, mereka akan tetap menjadi sekutu Washington.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Russia Today, Matthew Hoh berbicara tentang topik-topik yang akan disampaikan menhan dan menlu AS dalam pertemuan dengan komite hubungan luar negeri Senat Amerika.

“Topik-topik tentang keamanan, tempat aman bagi teroris, sekutu-sekutu Amerika di Irak dan Afghanistan, serta membaiknya langkah-langkah Amerika akan dipaparkan dalam pertemuan ini,”kata Hoh.

Hoh berpendapat, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Amerika tidak mengambil langkah yang lebih baik. Buktinya adalah kelompok Taliban yang justru kiat kuat dari sebelumnya.

Saat Hoh ditanya pendapatnya tentang Trump yang mengurangi anggaran CIA untuk menghadapi ISIS dan al-Qaeda di Timteng, dia mengatakan bahwa pemerintahan Amerika saat ini “terlalu puas dengan dirinya sendiri.”

Dia menilai, Trump saat ini melakukan hal sama dengan yang dilakukan Obama dan Bush selama 15 tahun terakhir.

“Mereka mendukung kelompok-kelompok yang kami sebut sebagai kelompok teroris dan ‘musuh’ kami. Sepanjang sejarah Amerika, kami telah memperkuat sebuah kelompok, suku, atau mazhab untuk melawan selainnya. Namun pada akhirnya, kami tidak tahu siapa sebenarnya sekutu kami di Timteng. Selama Saudi dan Israel membeli persenjataan kami, mereka adalah sekutu Amerika,”paparnya.

Hoh juga membantah pandangan bahwa sektor militer bisa menciptakan lapangan kerja di Amerika. Dia mengatakan, fakta di lapangan justru membuktikan bahwa investasi di sektor militer adalah cara terburuk untuk menciptakan lapangan kerja.

“Investasi di sektor pendidikan, teknologi, dan medis bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja, juga lebih membawa manfaat,”tandasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL