Berlin,LiputanIslam.com-Menurut laporan situs Israel National News, Senin (13/2) Jerman mengumumkan bahwa pertemuan Angela Merkel dan Benyamin Netanyahu ditunda.

Media-media Rezim Zionis berpendapat, pertemuan yang sedianya akan diadakan pertengahan 2017 ini dibatalkan lantaran undang-undang yang baru disahkan Israel.

Pekan lalu, Israel mengesahkan undang-undang yang melegalkan pembangunan ribuan rumah kuno di Judea dan Samaria. Rumah-rumah ini dibangun di tanah milik warga Palestina dengan dukungan kabinet Rezim Zionis.

Uni Eropa mengecam pengesahan undang-undang ini. Sekjen PBB, Antonio Guterres, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Rencananya, Merkel beserta para pejabat tinggi Jerman akan bertemu Netanyahu dan kabinetnya di Yerusalem pada tanggal 10 Mei 2017. Namun sepertinya pertemuan ini akan ditunda hingga tahun depan.

Menurut juru bicara pemerintah Jerman, volume pertemuan internasional para pejabat Jerman sebagai ketua G-20 menyebabkan penundaan pertemuan ini. Namun media Israel, Haaretz, berkeyakinan bahwa pembatalan pertemuan ini adalah tanda penolakan Merkel terhadap undang-undang baru Rezim Zionis. Seorang pejabat Israel mengabarkan, Kementerian Luar Negeri Jerman dan kantor Kanselir Agung Jerman telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap undang-undang ini.

Di akhir Januari, Jerman telah menyatakan keraguannya atas komitmen Israel terkait solusi Dua Negara. Keraguan Jerman ini diungkapkan menyusul kian masifnya pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina. Padahal, Jerman dikenal sebagai sekutu dekat Israel. Sebelum ini, pembangunan pemukiman Yahudi hanya ditanggapi Jerman dengan menyebutnya sebagai kendala perdamaian antara Palestina dan Rezim Zionis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL