LiputanIslam,com-Seorang analis politik asal Amerika mengatakan,”Setelah 60 tahun berlalu, Amerika masih tetap ingin menjaga agar Korea terbagi menjadi Utara dan Selatan.”

Hal ini disampaikan Dennis Etler, profesor di Cabrillo College, Aptos, California, dalam wawancara dengan Press TV, Minggu (16/4).

Menurut Etler, upaya Amerika untuk mengkarantina Korut hanya memiliki satu alasan. “Alasannya adalah agar Amerika bisa tetap menjaga eksistensi militernya di Asia Timur dengan menempatkan pasukan dan perangkat perangnya di Korsel dan Jepang,”kata Etler.

Dia berpendapat, jika tidak ada ketegangan di Semenanjung Korea, Amerika tak lagi memiliki alasan untuk menjaga keberadaan militernya di kawasan tersebut. Padahal tujuan keberadaan pangkalan Amerika di sana adalah untuk ‘mengepung’ China.

“Sebab itu, Amerika menentang segala upaya damai untuk mengatasi ketegangan di Semenanjung Korea, karena solusi damai bertentangan dengan tujuan utamanya,”imbuh Etler.

Etler mengatakan,”Korut bukanlah ancaman bagi negara-negara tetangganya. Tidak ada alasan bagi mereka untuk memulai perang melawan Korsel, Jepang, atau Amerika. Sebab jika Korut mengawali perang, mereka akan dihadapkan dengan pembalasan destruktif dari pihak lawan.”

Etler berkeyakinan, dengan mengumbar ancaman tak jelas terhadap para penentangnya, baik di Suriah, Yaman, Afghanistan, Korea, atau Laut China Selatan, Amerika berharap akan mendapatkan keunggulan dan memaksa mereka mundur.

“Amerika bertujuan menempatkan para rivalnya dalam situasi tak menentu dan meneruskan kebijakannya dalam menjaga instabilitas di kawasan-kawasan penting dunia,”ungkap Etler. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL