New York,LiputanIslam.com-Seorang analis politik yang tinggal di New York mengatakan, Inggris akan melanjutkan kesepakatan penjualan senjata kepada rezim-rezim diktator. Menurutnya, Inggris butuh kesepakatan semacam ini guna mengantisipasi dampak ekonomi Brexit.

Ian Williams, analis terkemuka dari institut Foreign Policy in Focus, dalam wawancara dengan PressTV mengomentari pujian Michael Fallon, Menteri Pertahanan Inggris, terhadap seorang produsen senjata Eropa. Produsen ini terkenal karena menjual senjata kepada Saudi dan rezim Qaddafi.

Jumat (21/4), Fallon mengungkapkan keinginan London untuk meningkatkan kerjasama persenjataan dengan para sekutunya usai keluar dari Uni Eropa. Dia juga menyatakan dukungan terhadap penjualan senjata kepada Saudi.

Perusahaan senjata MBDA di tahun 2007 menandatangani perjanjian penjualan senjata senilai 200 juta pound dengan rezim Qaddafi.

MBDA adalah pembuat rudal Brimstone dan Storm Shadow yang dijual ke Saudi dan digunakan untuk membombardir warga sipil Yaman.

“Sudah lama hubungan Inggris-Saudi bergantung pada kesepakatan penjualan senjata,”kata Williams.

Menurutnya, Margareth Tatcher juga pernah menghadapi skandal besar menyusul bocornya kesepakatan penjualan senjata putranya dengan rezim-rezim diktator di Timteng.

“London mesti meningkatkan transaksi penjualan senjata guna memperoleh devisa pasca Brexit. Oleh karena itu, para produsen senjata akan mendukung partai konservatif dalam pemilu mendatang,”papar Williams. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL