London,LiputanIslam.com-Sebuah media Zionis mengklaim, menteri dalam negeri Inggris berniat mencantumkan sayap politik Hizbullah Lebanon dalam daftar teroris.

Seorang pejabat senior partai konservatif Inggris mengungkapkan kepada Jewish Cronicle, bahwa Sajid Javid akan menyatakan sayap politik Hizbullah sebagai kelompok ilegal. Langkah ini diambil Javid dengan menggunakan UU perang melawan terorisme.

Menurut laporan ini, sejak 2008 lalu, sayap militer Hizbullah telah dianggap sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa. Keanggotaan dan dukungan untuk Hizbullah dinyatakan sebagai tindak kriminal serius.

Anggota partai konservatif ini mengatakan, Javid figur yang sangat berbeda dengan Amber Rudd, mendagri Inggris sebelum ini. Rudd berulangkali mengecam Hizbullah, tapi tidak melakukan apa pun untuk menyudutkan kelompok tersebut.

Jewish Cronicle lalu menyinggung surat walikota London pada April lalu kepada mendagri Inggris terkait larangan penyelenggaraan demo Hizbullah di kota tersebut.

Media ini mengabarkan bahwa bendera Hizbullah dikibarkan pada demo Hari al-Quds, Minggu (10/6) lalu. Dalam orasi di demo itu dikatakan bahwa Israel mendekati ajalnya dan harus dihapus dari peta dunia.

Penyelenggaraan demo Hari al-Quds di London dan pengibaran bendera Hizbullah di London memicu kemarahan Zionis. Jerusalem Post menyatakan, hal ini bisa terjadi karena adanya celah dalam anggaran rumah tangga walikota London, yang tidak menganggap sayap politik Hizbullah sebagai teroris.

Sudah lama Tel Aviv menekan Eropa untuk tidak lagi membeda-bedakan sayap politik dan militer Hizbullah. Tekanan ini kian meningkat usai Donald Trump menjabat sebagai presiden AS. Dinyatakannya Hizbullah sebagai kelompok teroris disebut-sebut sebagai salah satu permintaan Trump dari Uni Eropa dalam perundingan kedua belah pihak tentang Iran. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*