Tehran,LiputanIslam.com—Kementerian Intelijen telah merilis pernyataan pada Kamis (8/6), yang berisi informasi seputar lima pelaku serangan teror di Tehran. Pernyataan tersebut memuat nama depan para pelaku serta merahasiakan nama belakang mereka karena alasan sosial dan keamanan. Selain itu, rekam jejak para teroris tersebut juga syarat dengan dengan pelbagai aktivitas teror dan mereka terhubungan dengan kelompok Wahhabi dan Takfiri.

“Nama-nama para pelaku teror tersebut adalah Seriyas, Fereydoun, Qayyoum, Abu Jahad, dan Ramin.” Ucap Kementerian tersebut.

Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa lima pelaku teror itu pernah meninggalkan Iran setelah direkrut kelompok teroris Takfiri Daesh dan pernah terlibat dalam berbagai aksi kejam di Mosul dan Raqqah.

Para pelaku teror itu dikabarkan memasuki Iran pada kisaran bulan Juli hingga Agustus 2016 atas perintah “Abu Ayesheh”, seorang komandan tinggi kelompok teroris Daesh, dan berencana untuk melakukan serangan di pelbagai kota relijius di Iran.

Kelompok teroris Wahabi memang memiliki hubungan yang erat dengan pemerintahan Saudi Arabia. Ideologi Wahabisme ini kerap kali menyuarakan fatwa-fatwa untuk melaksanakan aktivitas intoleran.

Pada Kamis pagi, Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menuduh Saudi Arabia terlibat dalam aksi serangan di Tehran. Ia mengatakan bahwa awal bulan ini dan beberapa hari terakhir, “kami merasakan tekanan yang datang dari para teroris, sejauh ini kami telah mengidentifikasi dan menangkap dua hingga tiga orang setiap minggunya.”

Pada awal Mei lalu, Menteri Pertahanan Saudi, Mohammed bin Salman, telah mengancam untuk memindahkan pertempuran ke Iran.

Namun, di saat warga Iran tengah berkabung akibat korban yang meninggal karena para teroris tersebut, rasa kebersamaan mereka justru semakin menguat.

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan pada Rabu bahwa serangan teror tidak bisa melemahkan tekad bangsa Iran dalam menghadapi ancaman.

Presiden Hassan Rouhani pun mengecam aksi teror tersebut dan menyatakan bahwa Iran akan menghancurkan musuh-musuhnya dengan persatuan dan solidaritas.

Serangan teror itu juga mengundang kecaman masyarakat internasional dan banyak kepala negara turut menyatakan belasungkawa kepada bangsa pemerintah Iran.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyalahkan para sponsor kelompok teroris takfiri karena serangan-serangan tersebut dan berjanji untuk melakukan pembalasan.

IRGC menyampaikan fakta bahwa serangan teroris tersebut dilakukan oleh Daesh beberapa hari setelah Presiden AS, Donald Trump, melakukan pertemuan dengan rezim Saudi dan menunjukkan bahwa mereka memiliki campur tangan atas aksi serangan tersebut. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL