Sana’a,LiputanIslam.com—ICRC melaporkan pada Kamis (21/12) bahwa jumlah korban wabah kolera di Yaman diduga telah mencapai 1 juta jiwa. Lebih dari 80 persen populasi rakyat Yaman tengah mengalami kekurangan makanan, air bersih, dan akses kesehatan. Sementara itu, PBB mengatakan bahwa Yaman sedang dilanda krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Di satu sisi, aliansi militer pimpinan Arab Saudi masih terus berupaya untuk mengirimkan kekuatan militernya untuk membombardir Yaman.

Juru Bicara HAM PBB mengatakan bahwa sejak 6 Desember lalu,  berbagai serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi atas Yaman telah membunuh setidaknya 136 warga sipil Yaman.

Bahkan pejabat PBB lainnya mengatakan bahwa koalisi itu juga telah mengawal perbatasan Yaman secara ketat hingga menyebabkan 8 juta warga Yaman menderita kelaparan akibat sulitnya bantuan masuk ke negara itu.

“Kami benar-benar fokus kepada korban sipil yang berjatuhan di Yaman sebagai akibat dari serangan udara yang dilakukan oleh koalisi militer tersebut, terlebih setelah terbunuhnya mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di Sana’a pada 4 Desember lalu,”ucap Rupert Colville.

Di antara insiden yang dimaksud oleh pihak PBB adalah serangan terhadap sebuah penjara di distrik Shabu, Ibu Kota Sana’a pada 13 Desember lalu. Insiden ini menewaskan 45 tahanan yang loyal kepada Presiden Abd Rabbuh Manur Hadi, rekan Arab Saudi di Yaman.

“Siapapun bisa saja berasumsi bahwa serangan Saudi atas penjara loyalis Mansur Hadi itu sebagai sebuah kesalahan. Sebab, mereka telah membunuh tahanan yang ada di pihak mereka,” ucap Colville. “Menurut saya, serangan itu adalah bukti serangan koalisi militer yang membabi buta.”

Serangan lainnya yang terjadi di wilayah peternakan, Provinsi Hodeidah, juga membunuh 14 orang anak dan enam orang dewasa, termasuk seorang perempuan dan sembilan orang anak yang baru saja kembali dari acara pernikahan di Provinsi Marib.

Ancaman yang memperkeruh masa depan Yaman tidak hanya datang dari serangan militer koalisi pimpinan Saudi, tetapi juga melalui penyempitan akses yang dibuka untuk bantuan yang datang ke negara itu. Program pangan dunia PBB sebelumnya telah membawa makanan untuk  dua bulan kepada 1.8 juta orang, namun jumlah tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan makanan rakyat Yaman yang sedang dilanda kelaparan. (fd/al-alam)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL