Foto:presstv

Foto:presstv

Kairo, LiputanIslam.com-Sebuah pengadilan di Mesir mencabut vonis mati atas Muhammad Mursi, mantan presiden Mesir, dan memerintahkan penyelidikan ulang.

Sebelum ini, di akhir Juni 2015, presiden yang digulingkan ini divonis mati atas dakwaan “spionase untuk negara-negara asing dan meloloskan para tahanan.” Pada tahun 2011, Mursi dinyatakan bersalah karena “membahayakan keamanan nasional dengan cara memberikan rahasia-rahasia negara kepada Qatar” dan “meloloskan para tahanan dari penjara Wadi el-Natrun.”

Vonis mati atas Mursi dan lebih dari seratus anggota Ikhwanul Muslimin diputuskan oleh pengadilan pada Mei 2015. Mereka didakwa meloloskan para tahanan dalam kudeta terhadap mantan diktator Mesir, Hosni Mobarak, di tahun 2011.

Di pihak lain, pada 22 Oktober 2016 lalu, Pengadilan Kasasi Mesir juga menjatuhkan 20 tahun hukuman penjara atas Mursi. Vonis penjara ini berkaitan dengan dakwaan membunuh para pengunjuk rasa dalam demo 2012.

Sejak Musri digulingkan dalam kudeta yang dipimpin Abdul Fatah al-Sisi pada pertengahan 2013, negara Mesir dilanda sejumlah huru hara dan aksi kekerasan.

Sejak Mursi dikudeta, ribuan orang dari kalangan oposisi telah dipenjarakan. Mayoritas mereka adalah anggota Ikhwanul Muslimin. Ratusan pendukung Mursi juga telah dijatuhi hukuman mati atau dipenjara dalam waktu yang lama.(af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL