bahrain revolusiManama, LiputanIslam.com — Human Rights Watch (HRW) menuntut rezim Bahrain untuk menghentikan deportasi setelah pencabutan kewarganegaraan, dan menyebut bahwa pengusiran secara ilegal telah membuat warga Bahrain menderita.

“Deportasi ini melanggar hukum, telah menyebabkan keluarga terpisah dan penderitaan yang tak terhitung,” kecam Wakil Direktur HRW Timur Tengah, Joe Stork, seperti dilansir Presstv (21/3/2016).

“Bahrain harus menghentikan deportasi segera dan mengembalikan kewarganegaraan kepada mereka yang kewarganegraannya dicopot, terutama yang dilakukan tanpa justifikasi atau hanya karena mereka mengkritik pemerintah,” tambahnya.

Kelompok hak asasi yang berbasis di New York ini menyebut bahwa rezim Bahrain telah mencabut kewarganegaraan dan mendeportasi setidaknya lima orang warga sejak tanggal 21 Februari lalu.

HRW menambahkan, ada sembilan aktivis lainnya yang kemungkinan bernasib sama jika banding yang mereka ajukan tidak membatalkan keputusan pencopotan kewarganegaraan.

HRW menyayangkan bahwa keputusan pengadilan Bahrain didasarkan pada tuduhan yang tidak jelas kebenarannya, seperti mengacaukan keamanan negara. Apalagi, selama ini rezim Bahrain juga tidak mampu memberikan bukti yang spesifik terhadap tuduhan yang dikenakan kepada para aktivis.

Sejak tahun 2011, lebih dari 250 orang warga Bahrain telah dicopot kewarganegaraannya. HRW juga mengecam karena Bahrain tidak menghentikan penyiksaan terhadap tahanan politik.

Sejak pertengahan Februari 2011, warga Bahrain melakukan demo damai untuk menuntut adanya perubahan. Mereka menuntut agar Rezim Al Khalifa melepaskan kekuasaan.

Namun demo damai itu disikapi dengan brutal. Bahrain dibantu oleh tetangganya, Arab Saudi, menindak pendemo dengan tangan besi. Banyak diantara mereka yang ditangkap dan ditahan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL