Sanaa,LiputanIslam.com-Periset masalah Yaman dan UEA di Human Rights Watch (HRW) menyatakan, lembaganya telah merekam 90 kasus serangan ilegal koalisi Saudi ke Yaman. Mayoritas dari kasus-kasus tersebut merupakan kejahatan perang, sedangkan 24 dari serangan-serangan dilakukan dengan bom-bom AS.

Koalisi Saudi pada 9 Agustus lalu menyerang pasar di kota Dhahyan, provinsi Saada, juga sebuah bus sekolah. Serangan brutal itu menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai 77 lainnya. Banyak dari korban tewas adalah anak-anak.

HRW menyatakan, hal yang mesti diperhatikan di sini adalah dukungan AS terhadap koalisi Saudi. Dari sudut pandang hukum internasional, kadar bantuan AS kepada agresor menjadikannya sebagai salah satu pihak yang terlibat perang.

Menurut HRW, sejak dimulainya agresi ke Yaman, AS telah mengucurkan bantuan senjatan senilai milyaran dolar kepada koalisi Saudi, juga memberikan bantuan pengisian bahan bakar pesawat dan bantuan logistik serta operasional.

“Ketika AS ditanya apa perannya dalam pelanggaran yang dilakukan agresor di Yaman, mereka selalu mencari-cari dalih untuk mengelak dari jawaban,”kata periset HRW.

Terkait klaim Saudi bahwa segala penyelidikan tentang serangan ilegalnya di Yaman “tidak kredibel,” HRW menegaskan pihaknya tidak pernah menyaksikan tanggung jawab agresor untuk mengganti kerugian yang menimpa rakyat Yaman dalam tiga setengah tahun terakhir ini. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*