Yaman,LiputanIslam—Pemimpin gerakan Houti Yaman, Ansarullah mengatakan bahwa agresi militer Saudi Arabia terhadap Yaman bertujuan untuk mendirikan rezim boneka guna melayani kepentingan Kerajaan Saudi.

Abdul Malik Badreddin al-Houti mengatakan dalam pidatonya di televisi Sana’a, bahwa para agresor ingin mendirikan rezim boneka di Yaman untuk melindungi kepentingan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Jum’at (1/4).

Ia menambahkan bahwa Amerika, Arab Saudi, serta agresor Emirat berusaha untuk mendominasi kekayaan Yaman dan wilayah Selat Bab al-Mandeb.

Houti juga menyatakan bahwa kampanye Saudi bertujuan untuk menelanjangi identitas orang-orang Yaman.

Lebih lanjut, pemimpin Ansarullah ini mengatakan bahwa, warga Yaman akan melanjutkan perjuangan mereka sampai mereka berhasil membebaskan semua wilayah Yaman. Orang-orang Yaman tidak akan menyerah pada pendudukan asing.

Ia menggarisbawahi bahwa perang ini bukan ditujukan untuk Iran, melainkan untuk negara Yaman sendiri. Pemimpin Houti justru memuji sikap Iran yang menghormati orang-orang Yaman.

Arab Saudi telah memimpin kampanye merusak dan mematikan terhadap Yaman sejak Maret 2015. Hal ini dilakukan untuk menegakkan kembali kepemimpinan Abd Rabbuh Mansur AL-Hadi, mantan presiden yang telah mengundurkan diri dan menghancurkan gerakan Houti. Riyadh telah gagal mewujudkan tujuan mereka dan menderita akibat kekalahan karena serangan yang dilakukan oleh para pejuang Yaman.

Kampanye militer Saudi ini telah merusak infrastruktur di Yaman. Sumber lokal Yaman menyebutkan bahwa korban tewas dalam agresi militer Saudi lebih dari 12.000 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL