عبدالمالک الحوثی

Sanaa,LiputanIslam.com-Pemimpin Ansharullah Yaman dalam wawancara dengan Le Figaro menyatakan, dia bersedia menyerahkan kontrol pelabuhan Hudaydah kepada PBB, namun dengan satu syarat.

Abdul Malik Houthi menegaskan, jika koalisi pimpinan Saudi menghentikan serangan ke kota Hudaydah, maka dia bersedia memberikan kendali atas pelabuhan kota itu kepada PBB.

“Kami telah memberitahu Martin Griffits (utusan PBB untuk Yaman) bahwa kami tidak menolak peran PBB sebagai pengawas pelabuhan Hudaydah. Namun syarat dari kami adalah penghentian serangan ke Hudaydah,”kata Houthi kepada Le Figaro.

Yaman membutuhkan impor guna memenuhi 90 persen kebutuhan pangannya. Sekitar 70 persen dari kebutuhan ini diimpor melalui pelabuhan Hudaydah. Di lain pihak, koalisi pimpinan Saudi dan UEA menuduh Ansharullah menggunakan pelabuhan itu untuk mengimpor senjata dari Iran; tuduhan yang telah dibantah berulang kali oleh Teheran.

Griffits berupaya membuat sebuah kesepakatan guna mencegah terjadinya konflik bersenjata di Hudaydah. Dia mengusulkan agar kontrol pelabuhan kota itu diserahkan kepada PBB. Ini berarti bahwa meski pelabuhan itu dikendalikan PBB, Ansharullah masih tetap mengendalikan kota Hudaydah. Di sisi lain, pihak agresor menolak usulan Griffits, karena mereka ingin agar Ansharullah angkat kaki dari kota itu tanpa syarat apa pun.

Dalam wawancara dengan Le Figaro, Houthi juga menuduh Prancis menjual senjata kepada Saudi dan UEA untuk membantu serangan ke Yaman.

Houthi berpendapat, sejumlah negara Eropa meyakini bahwa perang-perang yang melanggar HAM, akan mendatangkan keuntungan ekonomi kepada mereka. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*