Paris,LiputanIslam.com-Francois Hollande, mantan presiden Prancis, pada hari Selasa (10/4) menyatakan, intervensi militer ke Suriah sangat mendesak untuk dilakukan saat ini. Padahal di tahun 2013 lalu, dia mengurungkan niat untuk menyerang Suriah.

Menurut laporan Reuters, Hollande mengatakan,”Kasus serangan kimia kembali terjadi. Ketika garis merah telah dilanggar, maka serangan (militer) adalah satu-satunya tanggapan yang tepat.”

Hollande mengaku dia menaruh kepercayaan terhadap Emmanuel Macron, presiden Prancis saat ini.

Ia berpendapat, sikap pasif terhadap pelanggaran garis merah (penggunaan senjata kimia) akan membantu pelaku untuk lolos dari hukuman.

Saat rumor penggunaan senjata kimia di Suriah mengemuka pada tahun 2013 lalu, Hollande sempat mengumumkan akan menyerang Damaskus. Tapi setelah Barrack Obama (presiden AS saat itu) memilih menggunakan jalur diplomatik, Hollande pun membatalkan niatnya menyerang Suriah. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*