Sanaa,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Arabiya mengklaim, Ibrahim al-Shami (komandan AU Yaman) dibunuh oleh koalisi Saudi. Padahal, al-Shami meninggal akibat serangan jantung.

Saat al-Shami dikabarkan meninggal pada Rabu (16/1), al-Arabiya tampaknya melihat peluang emas. Stasiun televisi ini segera mengklaim bahwa koalisi Saudi ‘sukses’ membunuh al-Shami. Narasi yang dikarang al-Arabiya tak ubahnya seperti film-film Hollywood. Target koalisi Saudi ini disebut telah dibungkam melalui serangkaian operasi intelijen.

Namun al-Arabiya membongkar sendiri kebohongannya, yaitu saat menyiarkan berita lanjutan dan mengutip dari sumber-sumbernya bahwa al-Shami dibunuh oleh para komandan Ansharullah lainnya. Al-Arabiya mengklaim, al-Shami dipaksa menjalani tahanan rumah oleh Ansharullah. Selain itu, dia juga diklaim telah dipecat dari jabatannya secara diam-diam.

Dengan demikian, al-Arabiya terjebak dalam dua skenario yang belum rampung: awalnya ia mengklaim bahwa al-Shami dibunuh oleh koalisi Saudi, dan setelah itu menyatakan, bahwa ternyata Ansharullah sendiri yang membunuhnya!

Tak berhenti sampai di sini, al-Arabiya kembali menyiarkan kabar kontradiktif lain, dengan menyatakan bahwa al-Shami adalah aktor utama peluncuran rudal balistik dan pesawat nirawak Ansharullah. Jadi, jika diasumsikan klaim al-Arabiya ini benar, berarti Ansharullah “telah menyingkirkan elemen kekuatan mereka sendiri.”

Al-Shami meninggal di salah satu rumah sakit Sanaa akibat serangan jantung pada Rabu (16/1), sementara al-Arabiya menyebut dia dibunuh pada Kamis (17/1). Jadi, stasiun televisi Saudi ini juga melakukan blunder dalam hal waktu.

Sepertinya koalisi Saudi berusaha memublikasikan kesuksesan dusta guna menutupi rasa malu yang dideritanya, terutama setelah serangan yang dilancarkan Ansharullah ke pangkalan al-Anad.

Perlu dicatat, Komite Dewan Tinggi Politik Revolusi Yaman melalui pimpinannya, Abdel Aziz al-Habtour, telah mengumumkan wafatnya al-Shami, sekaligus menepis klaim dari pihak koalisi.

Al-Habtour menyatakan, kematian mendadak al-Shami adalah sebuah kehilangan besar bagi Yaman dan angkatan udara negara ini. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*