roket Hizbullah lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Seorang wakil senior dari gerakan perlawanan Hizbullah, Nawaf al-Moussavi, yang duduk di Parlemen Lebanon mengecam keras dukungan Arab Saudi terhadap kelompok-kelompok teroris di kawasan. Krisis Madaya yang menghebohkan juga tidak lepas dari campur tangan rezim negara monarkhi ini.

“Arab Saudi sengaja menciptakan krisis Madaya untuk keuntungan jangka panjang yang dapat mencoreng citra Hizbullah.,” kecam Moussavi, seperti dilansir media-media berbasaa Arab, yang dikutip Farsnews, (13/1/2016).

Menurut Mousaavi, Arab Saudi melancarkan perang psikologis yang bertujuan untuk mengobarkan perselisihan Sunni-Syiah di Lebanon dan negara-negara lainnya.

“Rezim Saudi telah merencanakan krisis kekurangan pangan di Madaya dengan memerintahkan kepada para milisi bersenjata untuk memblokir bantuan kemanusiaan.”

“Gerombolan teroris ini, dengan menggunakan isu kemanusiaan, berupaya untuk meningkatkan tekanan terhadap tentara Suriah dan Hizbullah agar mengakhiri pengepungan, sehingga mereka bisa melarikan diri dari Madaya, “ imbuh Moussavi.

Yang mengherankan, menurut Moussavi, media-media mainstrem begitu gencar mengekspos Madaya, tetapi abai melaporkan kondisi rakyat yang terkurung di Al Fou’aa, Kefraya, Al Zahra dan Nulb. Saat ini, ribuan penduduk di empat kota itu juga dikepung oleh Jaish Al Fath dan kondisinya memprihatinkan.

“Bahkan dua hari yang lalu mereka dihujani 30 rudal Grad, namun tidak ada media-media tersebut yang mengabarkan,” kecamnya lagi.

Apalagi, pada tanggal 18 Oktober 2015 lalu, puluhan truk bermuatan bahan makanan dan obat-obatan telah masuk ke Madaya. Diperkirakan, pasokan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat selama beberapa bulan.

Namun jurnalis independen dari lapangan melaporkan bahwa milisi-milisi tersebut yang mengontrol pasokan makanan. Rakyat Madaya yang menolak bekerja sama dihukum penggal, dan mereka juga tidak memiliki akses terhadap pasokan makanan.

Dan, apa yang menyebabkan para milisi bersenjata yang memerangi Hizbullah dan SAA, bisa sedemikan sehat dan memiliki badan yang tegap, sementara para penduduk Madaya kurus kering karena kelaparan? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL