Beirut,LiputanIslam.com-Sekjen Hizbullah dalam pidatonya pada Jumat (10/11) menyampaikan pandangannya terkait sejumlah isu regional terakhir, terutama pengunduran diri Saad Hariri dan memanasnya hubungan Saudi-Lebanon.

Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan, Saad Hariri sebelum kepergiannya ke Saudi tidak menunjukkan tanda-tanda akan meletakkan jabatannya. Menurutnya, 2 pekan lalu Hariri menegaskan, angka 9 juta penumpang yang melewati bandara Beirut adalah tanda stabilitas Lebanon.

“Stabilitas ini adalah berkat situasi kondusif Lebanon dan kesepakatan kelompok-kelompok politik untuk melanjutkan dialog. Namun tiba-tiba Saudi mengundang Hariri dan memaksanya untuk mundur,”kata Sayyid Nasrullah.

Dia berpendapat, saat ini dunia dan warga Lebanon yakin bahwa Saudi telah menekan Hariri untuk meletakkan jabatan dan menetap di sana. Sekjen Hizbullah menyebut Saudi mencegah Hariri kembali ke Lebanon dan berupaya mencari orang lain untuk menggantikannya sebagai perdana menteri Lebanon.

Saudi, menurut Sayyid Nasrullah, berniat untuk memprovokasi orang-orang Lebanon agar saling bertikai. Dia juga menyebut Saudi menghasut negara-negara Arab lain agar bersikap keras terhadap Lebanon.

“Kami mengecam intervensi terang-terangan Saudi dalam urusan Lebanon, juga mengutuk pelecehan mereka terhadap Hariri. Bagi kami, penghinaan terhadap perdana menteri sama dengan penghinaan terhadap rakyat Lebanon,”tandasnya.

Sekjen Hizbullah menegaskan, Hariri harus dikembalikan ke Lebanon. “Pengunduran diri Hariri adalah paksaan. Sebab itu, pengunduran ini tidak sah dan kami tidak mengakuinya,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL