Dua kalimat: "Siapkan perlindungan kalian."

Dua kalimat: “Siapkan perlindungan-kalian.”

Beirut, LiputanIslam.com — Serangan helikopter Israel ke kawasan Quneitra, Suriah, (18/1/2015) yang menewaskan enam anggota milisi Hizbullah diprediksi akan menjadi babak baru konflik di kawasan Timur Tengah. Pengamat Timur Tengah Saber Aref dalam sebuah analisisnya di Koran Rai Al-Yaoum seperti dilansir Farsnews mengatakan bahwa Hizbullah pasti akan balas menyerang. Hanya saja, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa cepat serangan balasan akan dilancarkan milisi Hizbullah. Jika serangan balasan betul-betul dilancarkan, eskalasi ketegangan baru dipastikan akan menyelimuti kawasan Timur Tengah.

Keyakinan tersebut didasarkan kepada fakta bahwa dua hari sebelum terjadinya serangan yang juga menewaskan seorang pejabat tinggi militer Iran tersebut, Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah, melakukan wawancara dengan Televisi Al-Mayadin. Dalam wawancara tersebut, Nasrallah secara tegas menyebutkan bahwa milisi yang dipimpinnya siap memasuki fase baru perjuangan. Hal tersebut, menurut Nasrallah, berlaku seiring dengan kekuatan militer Hizbullah yang mengalami peningkatan sangat pesat dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Dalam wawancaranya tersebut, Nasrallah menyebutkan bahwa salah satu kekuatan tambahan yang dimiliki Hizbullah adalah kepemilikan atas sejumlah Rudal Fateh-110 buatan Iran yang memiliki daya jelajah hingga 200 kilometer. Dengan daya jelajah seperti itu, milisi Hizbullah yang berada di selatan Lebanon akan mampu membombardir seluruh kota penting Israel.

Poin penting dari wawancara Nasrallah yang punya hubungan kuat dengan kasus serangan helikopter Israel adalah ketika dalam wawancaranya itu, ia mengingatkan Israel bahwa segala bentuk agresi yang dilakukan pasti akan dibalas dengan cara yang lebih keras. Karena itu, menurut Aref, adanya serangan helikopter yang dilakukan justru setelah Nasrallah memberikan peringatan, ujung-ujungnya sudah bisa diduga.

Nasrallah, dalam hal ini tentulah harus menjaga reputasi dirinya sebagai pemimpin yang berani berkonfrontasi dengan Israel. Situasi internal di Hizbullah saat ini, tandas Aref, dipenuhi dengan penantian instruksi serangan balasan.

Hanya saja, menurut Aref, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan Nasrallah sebelum mengeluarkan instruksi serangan balasan. Pertama, saat ini, Hizbullah juga tengah terlibat dalam konflik di Suriah, yaitu membantu tentara Assad dalam menghadapi kaum pemberontak. Bagaimanapun juga, memecah konsentrasi perang melawan milisi ISIS-Jabhah Al-Nusra, dan pada saat yang sama juga melawan Israel, tentu bukan pekerjaan yang mudah.

Kemudian, hal kedua terkait dengan Iran. Meskipun salah seorang jenderalnya ikut tewas dalam serangan helikopter Israel tersebut, Iran juga tidak serta merta berkonfrontasi langsung dengan Israel. Iran memang mengeluarkan statemen-statemen sangat keras mengutuk serangan tersebut. Akan tetapi, situasi ekonomi internal Iran dan juga perundingan nuklir yang saat ini tengah berlangsung, membuat konfrontasi head-to-head antara Iran dengan Israel masih saja bersifat verbal.

Jika Hizbullah melakukan serangan balasan, Iran pastilah akan dianggap terlibat, dan hal ini bisa saja merugikan posisi politik Iran. Karena itulah, “restu” Iran wajib didapat oleh Hizbullah, dan untuk mengeluarkan persetujuannya, banyak hal yang dikalkulasi Iran.

Yang pasti, ketegangan di Israel sendiri saat ini masih terus berlangsung. Sebagaimana yang diberitakan media-media Israel sebelumnya, situasi mencekam berlangsung di berbagai kawasan permukiman Zionis di bagian utara Israel. Ketegangan ini muncul karena ada kemungkinan Hizbullah akan segera membalas serangan Israel tersebut.

Situs al-Manar milik Hizbullah juga telah memuat foto Nasrallah mengacungkan dua punggung jarinya disertai tulisan; “Dengan Dua Kata: Siapkan Perlindunganmu.” Pesan ini ditulis juga dengan huruf Ibrani : חָמוּשׁ מקלטים

Kalimat itu telah mengundang perhatian semua orang dan seakan menandai bahwa Hizbullah sudah siap untuk segera membalas Israel. Media sosial Timteng juga tiba-tiba diramaikan oleh kampanye “Siapkan Perlindunganmu”. 20 jam setelah peluncurannya, kampanye itu sudah menjaring pendukung sebanyak lebih dari 12 juta pengguna internet. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*