Beirut,LiputanIslam.com-Wakil sekjen Hizbullah Lebanon menyatakan, saat ini Israel bersikap lebih hati-hati di hadapan Poros Resistansi. Syaikh Naim Qassim menyebut Rezim Zionis melakukan lebih banyak pertimbangan sebelum bertindak.

“Meningkatnya ancaman musuh berpangkal pada ketidakmampuan mereka untuk melawan. Musuh tahu kadar kemampuan Muqawamah (resistansi) untuk membela diri dan bertempur di setiap peperangan,”kata Qassim, dikutip dari laporan stasiun televisi al-Manar.

Sejak 12 tahun lalu hingga sekarang, kata Qassim, Rezim Zionis dalam keadaan “terbelenggu.” Ini dimulai persis sejak Hizbullah mengusir rezim ini dari Lebanon (Perang 33 Hari pada tahun 2006) dan tidak membiarkan mereka mencapai tujuan dalam perang.

“Kami menyeru agar pemerintahan segera dibentuk, sebab ini adalah ini kebutuhan utama negara (Lebanon),”lanjut Qassim, seperti dikutip oleh situs Idzaah al-Nur.

Wakil sekjen Hizbullah menegaskan, solusi terbaik untuk menghemat waktu (guna membentuk pemerintahan) adalah bertumpu pada hasil pemilu. Menurutnya, tingkat partisipasi para wakil rakyat dalam pemerintahan, dari partai mana pun, harus disesuaikan dengan ukuran kehadiran mereka di parlemen.

“Rakyat-lah yang, dengan suara mereka, menentukan keberadaan para wakil mereka di parlemen,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*