Paris,LiputanIslam.com-Konsultan Marine Le Pen, salah satu kandidat presiden Prancis, divonis bersalah atas tuduhan “komentar provokatif dan diskriminatif.”

Robert Menard, walikota Beziers, dikenakan hukuman denda sebanyak 2000 euro oleh pengadilan konstitusional Prancis. Sebelum ini, Menard memprotes banyaknya jumlah anak-anak Muslim yang mendaftar di sekolah-sekolah kotanya.

Menard dalam sebuah wawancara televisi mengatakan,”Di sebuah kelas di kota saya, 91 persen murid-muridnya adalah anak-anak Muslim. Jelas ini adalah sebuah problem.”

Menard juga pernah men-tweet foto sebuah sekolah di dekade 1970 dan foto lain di masa kini yang menunjukkan para imigran Muslim telah ‘mengambil tempat’ masyarakat tradisional Prancis.

Jaksa menuduh perilaku Menard sebagai penghinaan yang akan memicu kebencian dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim.

Setelah dijatuhi vonis ini, Menard menyatakan akan naik banding.

Vonis ini dijatuhkan setelah Le Pen menyatakan pengunduran diri sementara dari partai Front Nasional. Dia mengaku ingin fokus dalam kampanye pilpres.

Sebagian pengamat menilai, pengunduran diri Le Pen adalah upaya untuk terhindar dari kebijakan-kebijakan antiislam dan antiimigran menjelang pilpres.

Meski demikian, perilaku Menard sekali lagi membuktikan sisi antiislam dan antiimigran partai Front Nasional yang dipimpin Le Pen.

Le Pen sendiri dikenal dengan sikap kerasnya terhadap Muslimin dan para imigran. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL