hizbullah missileTel Aviv, LiputanIslam.com — Amitai Etzioni, Profesor dari Universitas George Washington, menuliskan opininya di Haaretz, media Israel pada tanggal 15 Februari 2016. Ia bertanya, “Haruskah kita meratakan Lebanon untuk menghancurkan rudal Hizbullah?”

Etzioni mengutip pernyataan dari perwakilan Israel dalam pertemuannya dengan pejabat di Washington, menyebut bahwa 100.000 rudal yang dimiliki Hizbullah adalah ancaman kedua bagi Israel. Ancaman pertama Israel tetap ditempati oleh Iran yang mengayakan nuklir, sementara di tempat ketiga adalah ancaman dari Suriah.

“Dalam konferensi Herzliya, disebutkan bahwa sebagian rudal-rudal Hizbullah ditempatkan di rumah-rumah pribadi. Jika Hizbullah mulai menghujani Israel dengan rudal-rudalnya, bagaimana kita bisa memusnahkan rudal-rudal tersebut tanpa memakan korban sipil besar-besaran?”

Selanjutnya, Etzioni menuliskan tentang IDF yang membangun ‘desa replika’ ala Lebanon di Eljakim, melakukan demonstrasi untuk memusnahkan rudal-rudal dari bangunan satu ke bangunan lain. Pasukan pemusnah dari IDF menggunakan taktik perang kota, memasuki gedung melalui jendela, bukan melalui pintu untuk menghindari jebakan.

Etzioni berkomentar, bahwa operasi pemusnahan rudal Hizbullah membutuhkan pelindung. Karena jika tidak, maka pasukan pemusnah akan menjadi sasaran empuk dari penembak jitu Hizbullah. Untuk itu, maka pertama-tama harus ditembakkan granat dengan asap pekat, sehingga pasukan pemusnah lolos dari pandangan dan bisa beraksi.

Namun Etzioni juga realistis, bahwa memusnahkan 100.000 rudal Hizbullah dengan strategi perang kota adalah hal yang nyaris tidak masuk akal. Jumlah rudal terlalu banyak, dan membutuhkan waktu yang sangat lama, juga membutuhkan banyak pasukan, dan semakin besar pula kemungkinan jatuhnya korban di pihak Israel dan warga sipil Lebanon.

“Hal terbaik yang bisa saya katakan tentang simulasi tersebut, keseluruhan demonstrasi pemusnahan rudal dimaksudkan untuk menyesatkan Hizbullah, agar mereka percaya bahwa Israel akan kembali menggunakan strategi yang gagal di tahun 2006, ketika Hizbullah berhasil meluncurkan lebih dari satu rudal di hari pertama perang….”

Dalam kebimbangannya, Etzioni bertanya pada dua perwira militer Amerika Serikat tentang pilihan lain yang mungkin masih dimiliki Israel untuk menghancurkan Hizbullah.

“Mereka berdua menunjuk Fuel-Air Explosives [FAE]. Senjata tersebut digunakan setelah penduduk diberi kesempatan untuk meninggalkan wilayah. Namun seperti yang kita lihat di Gaza, akan ada korban sipil. Cara ini bisa dilakukan dengan tepat jika Israel mengundang para ahli militer dan intelektual asing yang tidak memusuhi Israel, untuk berpartisipasi dalam latihan perang.”

“Dengan ini, kita juga bisa berharap bahwa Hizbullah akan menghentikan segala proses (yang terkait dengan rudal) saat menyadari bahwa akan ada reaksi yang sangat besar yang akan diterima, melebihi dari simulasi yang dilakukan di Eljakim,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL