Washington, LiputanIslam.com—Sejumlah besar demonstran menggelar unjuk rasa di hari pelantikan Donald Trump pada Jumat (20/01/2017) di Washington, DC. Unjuk rasa menjadi ricuh sehingga polisi terpaksa menyemprotkan merica untuk membubarkan massa. 

Panitia unjuk rasa mengatakan polisi beraksi terlalu agresif. Mereka berharap penyemprotan merica oleh polisi tak akan membuat demonstran berhenti melakukan protes selama pelantikan.

Trump berjanji pada Kamis kemarin bahwa ia akan menyatukan negara melihat ribuan orang menduduki jalanan New York dan Washington untuk menyatakan penolakannya sebagai presiden.

“Kita akan menyatukan negara kita dan kalimat kita – kalian semua tahu, setengah dari kalian menggunakan topi bertuliskan: ‘kita akan membuat Amerika kembali berjaya’” kata  Trump kepada suporternya di Washington.

Juru bicara tim transisi Trump, Sean Spicer, mengatakan bahwa Trump akan menggunakan pidato pertamanya sebagai presiden untuk meredakan ketegangan.

“Dia mau berbicara mengenai isu-isu di mana ia bisa menyatukan negara,” kata Spicer.

Trump dilaporkan akan mulai bekerja di kantor pada Jumat, meski angka persetujuan dari rakyat hanya 40 persen. Angka ini adalah yang terendah dibandingkan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Demikian informasi dari CNN/ORC Poll pada Kamis (19/01/2017).

“Transisi kepresidenan Trump yang goyah telah membuat kebanyakan rakyat Amerika semakin ragu apakah sang presiden terpilih bisa menjalani tugasnya dengan baik,” tulis CNN. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL