Foto: presstv.com

Foto: presstv.com

Kuwait City,LiputanIslam.com-Menyusul tekanan ekonomi yang disebabkan turunnya harga minyak mentah di pasar dunia, Kuwait berencana menghentikan semua jenis subsidi hingga tahun 2020.

Menurut laporan koran al-Qabas cetakan Kuwait Senin (31/10), komite yang dibentuk Kementerian Keuangan Kuwait guna mengkaji pemberian subsidi telah mengumumkan, subsidi-subsidi akan dikurangi secara bertahap dan akan dihentikan sepenuhnya di tahun 2020.

Subsidi-subsidi umum Kuwait ditaksir menghabiskan lima persen (lebih dari tiga milyar dolar) dari anggaran pemerintah.

Sebelum ini, Kuwait telah menghentikan subsidi minyak diesel dan white oil serta menjual dua produk ini dengan harga internasional.

Bulan September lalu, keputusan pemerintah Kuwait mencabut subsidi bensin telah memicu krisis politik di negara tersebut. Krisis ini berujung pada pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilu baru.

Pasca krisis ini, pemerintah Kuwait bersedia memberikan subsidi 75 liter bensin per bulan kepada tiap warga seperti sebelumnya.

Harga BBM (sesuai jenis masing-masing) bertambah antara 40 hingga 80 persen. Bensin di Kuwait telah dijual dengan harga baru sejak awal September lalu.

Sejak tahun 1998, inilah kali pertama pemerintah Kuwait menaikkan harga BBM sedemikian tinggi.

Berdasarkan data resmi pemerintah Kuwait, di akhir tahun anggaran pada 31 Maret lalu, negara anggota OPEC ini menderita defisit sebanyak 15,3 milyar dolar.

Diprediksi bahwa di tahun anggaran baru yang dimulai sejak 1 April, defisit anggaran Kuwait bisa mencapai 29 milyar dolar.(af/presstv)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL