Baghdad,LiputanIslam.com-Wakil ketua al-Hashd al-Shaabi menyatakan, terorisme hanya bisa didefinisikan oleh negara dan bangsa korban terorisme, bukan pendukung terorisme.

Menurut Abu Mahdi al-Muhandis, rezim Saudi sejak awal hingga kini adalah markas dan pendukung terorisme. Dia menilai, KTT Arab-Islam yang diadakan di Riyadh dan dihadiri Trump adalah upaya untuk memperbaiki citra Saudi.

Abu Mahdi menegaskan, ISIS lahir dari pemikiran Wahabisme, sama seperti al-Qaeda dan Ikhwan al-Muslimin yang juga berakar pada ideologi serupa.

“Sebelum negara Irak didirikan tahun 1920, rezim Saudi telah menyerbu Irak. Mereka menyerang Najaf dan Karbala serta melakukan pembantaian di dua kota suci ini,”ungkapnya.

Menurutnya, sejak negara Irak berdiri hingga sekarang, hubungan Baghdad-Riyadh selalu tegang. Hubungan keduanya membaik hanya saat Saddam berkuasa dan melakukan invasi ke Iran.

Dia menambahkan, dari sisi pemikiran, bantuan dana, dan perekrutan anggota kelompok teroris, Saudi adalah penyokong utama terorisme di dunia. Sebelum ISIS muncul tahun 2014, 50 persen pelaku serangan bunuh diri di Irak adalah warga Saudi.

“Mimbar-mimbar di Makkah dan Madinah diisi dengan khotbah serta fatwa provokatif yang memicu aksi teror di Irak dan negara-negara kawasan. Sebab itu, penyelenggaraan pertemuan seperti KTT Riyadh tak akan memperbaiki citra negara pelindung terorisme ini,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL