Palmira.

Palmira.

Palmyra, LiputanIslam.com — Sejak kota kuno Palmyra berhasil dibebaskan dari cengkraman ISIS, pasukan Rusia telah berhasil membersihkan lebih dari 180 hektar yang ditanami ranjau darat dan bahan peledak. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergei Shoihu.

Pasukan Suriah, dengan dibantu sekutu-sekutunya berhasil merebut kontrol di Palmyra pada tanggal 27 Maret, hampir setahun setelah kota ini diduduki ISIS. Kota yang termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO ini rusak parah.

“Lebih dari 30 kilometer jalan dan lebih dari 180 hektar wilayah telah dibersihkan, dan 2.980 alat peledak telah dijinakkan,” kata Shoigu, seperti dilansir Al Alam (12/4/2016).

Untuk membersihkan bagian arkeologi dan tambang di kota bersejarah ini, ia akan mengerahkan anggota khusus yang dari Angkatan Bersenjata Rusia, dari divisi International Mine Action Centre. “Para personel melakukan pengawasan dan bahan peledak dengan menggunakan teknologi canggih dan robot,” jelasnya.

Pasukan Rusia juga telah dikerahkan di sebuah rumah sakit darurat di lapangan di kota Palmyra. “Rumah sakit ini telah dilengkapi dengan peralatan medis yang paling canggih dan bisa beroperasi secara mandiri selama 30 hari. Jika diperlukan, baik militer dan warga Suriah yang telah pulang bisa memanfaatkan/ mengecek kondisi kesehatan di tempat tersebut,” tambah dia.

Pembebasan Palmyra merupakan kabar yang menggembirakan bagi para penduduk Palmyra. Sejak dikontrol ISIS, warga setempat terpaksa harus mengungsi ke tempat lain. Saat ISIS angkat kaki dari kota ini, dengan gembira warga setempat kembali ke Palmyra. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL