Gaza,LiputanIslam.com-Seorang anggota kantor Hamas menyatakan, musuh Lebanon, Suriah, dan Gaza hanya Rezim Zionis, sementara pihak yang menyokong kelompok perlawanan di negara-negara tersebut adalah Iran.

“Kita harus meningkatkan hubungan dengan Iran, Turki, dan semua negara-negara Arab serta Muslim. Kawasan Arab berkeyakinan bahwa rezim penjajah (Israel) adalah satu-satunya musuh dan bahaya hakiki,”kata Mahmoud al-Zahar dalam wawancara dengan kantor berita Palestina, Shahab.

Menurut al-Zahar, harus ada sebuah perencanaan yang didukung Arab dan Palestina untuk melindungi dan membebaskan Palestina.

“Semua mata kita terarah kepada Palestina. Siapa pun yang mendamping kita, maka kita juga akan menyertainya. Harus ada sebuah koalisi antara negara-negara yang mendukung Palestina,”tandasnya.

Dia menegaskan, Hamas menghendaki sebuah rekonsiliasi, tapi ada perbedaan antara rekonsiliasi yang didukung kelompok Palestina dengan program yang disusun untuk melemahkan Poros Perlawanan.

“Jika Mahmoud Abbas (ketua PLO) melibatkan diri dalam pemilu, dia akan mendapat nilai di bawah nol. Dia telah melakukan banyak kejahatan atas rakyat Palestina. Majelis legislatif juga telah mencabut kelayakannya,”terang al-Zahar.

Dalam lanjutan wawancara, dia menyatakan bahwa Kairo sepakat jika Hamas mengontrol perlintasan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir usai keluarnya pasukan PLO.

Dalam wawancara kemarin (Rabu, 16/1) dengan PalToday, al-Zahar menegaskan pentingnya koordinasi antara Poros Perlawanan untuk memerangi Israel, menyusul didudukinya sejumlah kawasan di Lebanon, Suriah, dan Palestina oleh rezim tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*