Sanaa,LiputanIslam.com-Amnesti Internasional dalam laporannya menyinggung Saudi yang menghalang-halangi pengiriman bantuan kemanusiaan untuk rakyat Yaman. Menurut lembaga ini, tindakan tersebut bisa membuat koalisi pimpinan Riyadh dianggap sebagai penjahat perang.

Dalam laporan Amnesti Internasional yang dimuat dalam situsnya, disebutkan bahwa pasukan di bawah komando Saudi menghentikan kapal-kapal pembawa bantuan PBB sebelum sampai ke pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai pejuang Yaman.

Koalisi Saudi terkadang membelokkan jalur kapal-kapal tersebut ke pelabuhan-pelabuhan yang diduduki agresor. Dan di saat lain, menghentikan kapal-kapal itu selama berbulan-bulan di perairan dengan dalih inspeksi.

“Kadang kala inspeksi ini mengganggu proses pengiriman bantuan kemanusiaan dan barang-barang pokok secara serius. Maka, menurut analisis kami, tindakan ini dianggap sebagai bagian dari penghukuman massal, dan penghukuman semacam ini merupakan sebuah kejahatan perang,”demikian tercantum dalam laporan Amnesti Internasional.

Kondisi kemanusiaan pada tahun keempat agresi Saudi dan sekutunya ke Yaman telah mencapai tahap yang gawat. Para pejabat kementerian kesehatan Yaman menyatakan, hingga kini lebih dari 600 ribu warga sipil Yaman telah tewas akibat agresi Saudi.

Warga yang masih hidup pun tidak berada dalam kondisi yang lebih baik. Selain menderita kelaparan, mereka juga terancam oleh penyakit-penyakit menular seperti kolera. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*