TelAviv,LiputanIslam.com-Harian Israel, Haaretz, melaporkan, para pejabat Rezim Zionis mengkhawatirkan kian bertambahnya para kandidat dari Partai Demokrat untuk pilpres AS 2020. Kekhawatiran mereka didasari janji para kandidat itu bahwa AS akan kembali ke perjanjian nuklir Iran (JCPOA).

Selain itu, tulis Haaretz, kecemasan petinggi Israel disebabkan kemungkinan terseretnya Tel Aviv dalam persaingan sengit politik dalam pilpres Paman Sam.

Menurut para petinggi yang diwawancarai Haaretz, skenario disebut mereka dengan “mimpi buruk politik.” Sebab, para petinggi Israel, termasuk Benyamin Netanyahu (PM Israel), pasti akan menyampaikan opininya terkait JCPOA.

Ron Dermer (dubes Israel untuk AS) telah mengutarakan kecemasan atas hal ini dalam konferensi AIPAC (Komite Urusan Umum AS-Israel) beberapa waktu lalu. Dia berkata,”Sejumlah petinggi (AS) ingin kembali ke perjanjian ini. Ini adalah hal yang mesti dipandang sebagai tindakan yang tak bisa diterima.”

Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya 6 kandidat Demokrat untuk pilpres 2020, seperti Bernie Sanders, Elizabeth Warren, dan Julian Castro, menyatakan dukungan untuk kembalinya Washington ke JCPOA.

Janji kembalinya AS ke JCPOA juga akan menimbulkan dilema bagi AIPAC, sebab organisasi ini ingin tetap menjaga dukungan dari kedua pihak (Republik dan Demokrat) bagi Rezim Zionis.

Kebijakan lobi Zionis yang bermarkas di Washington ini adalah memberi dukungan untuk Israel, dan di saat yang sama, bersikap netral dalam persaingan politik AS. Dengan demikian, rivalitas antara Trump (yang memusuhi Iran) dengan figur dari Demokrat yang menghendaki kembali ke JCPOA, akan sangat menyulitkan posisi AIPAC. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*