London,LiputanIslam.comThe Guardian merilis laporan bahwa pihak keamanan bandara Reykjavik, ibukota Islandia, melarang Juhel Miah memasuki pesawat yang akan menuju New York, AS.

Ketika Miah yang berprofesi sebagai guru matematika ini dilarang masuk pesawat, para rekan sejawat dan murid-muridnya menjadi shock. Padahal, dia memiliki visa resmi untuk pergi ke Amerika.

Menurut Miah, perlakuan pihak keamanan Islandia terhadapnya membuat dia merasa sebagai penjahat. Dia mengaku sulit tidur dan makan selama 2 hari berturut-turut akibat depresi yang timbul dari kejadian ini.

Dalam wawancara dengan situs Wales Online, dia baru tahu bahwa dia dicekal hanya sesaat sebelum pesawat tinggal landas.

“Semua orang memandang saya. Waktu saya mengambil koper, para guru dan murid merasa bingung. Saya tak percaya bagaimana ini bisa terjadi. Pihak keamanan mengawal saya hingga keluar bandara. Mereka bertingkah seolah saya adalah kriminal,”ungkap Miah.

Miah menyatakan, dia tidak diberi penjelasan sebab pencekalannya. “”Semoga saya keliru, tapi satu-satunya alasan yang saya lihat adalah status saya sebagai Muslim. Saya bahkan dilarang memasuki kedubes AS di Reykjavik,”ujarnya.

Nama Miah yang tercatat di paspor adalah Muhammad, namun dia biasa dipanggil dengan sebutan Juhel. Dia lahir di Birmingham, Inggris dan dibesarkan di Swansea, Wales.

Menurut pengakuan guru muda ini, visanya berlaku hingga 2019 dan dia juga tak memiliki catatan kriminal. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL