London,LiputanIslam.com-Seorang pakar masalah negara-negara Islam dalam kolomnya di harian Inggris, Guardian, menyatakan, Muhammad bin Salman bukanlah seorang reformis, dan ini dibuktikan dengan situasi yang ada sekarang.

Dilip Hiro mengawali tulisannya dengan menyinggung instruksi Bin Salman terkait izin kepada kaum wanita Saudi untuk mengemudikan kendaraan. Menurut Hiro, media-media Barat dengan gegap gempita menyambut instruksi tersebut, seraya tak lupa menyebut putra mahkota Saudi sebagai pendukung kebebasan dan reformasi.

“Yang terjadi ini (terkait kebebasan kaum wanita Saudi untuk berkendara) sama sekali tak berkaitan dengan reformasi. Dari banyak sisi, putra mahkota Saudi lebih diktator dibanding para penguasa sebelumnya. Hilangnya Jamal Khashoggi di konsulat Saudi pun jangan terlalu dianggap mengejutkan, seolah-olah dia (Bin Salman) baru pertama kali melakukannya,”tulis Hiro.

“Pada musim panas 2017 lalu, sekira 30 ulama, penulis, dan cendekiawan Saudi ditahan lantaran menentang kebijakan-kebijakan Bin Salman. Pasca gelombang penangkapan inilah Khashoggi merasa giliran penahanannya akan segera tiba. Sebab itu, dia kabur ke Washington.”

“Khashoggi telah dikenal setelah berkecimpung di dunia jurnalistik selama 30 tahun. Usai kritikannya terhadap Donald Trump pada Desember 2016, dia tak lagi diizinkan memublikasikan tulisannya di media dan menghadiri acara televisi,”lanjut Hiro.

Hiro dalam tulisannya juga meminta agar Raja Salman menasihati putranya, yaitu dengan cara mengingatkan dia soal nasib mantan diktator Iran, Shah Reza Pahlevi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*