Damaskus,LiputanIslam.com—Telah umum diketahui bahwa saat ini, di Suriah sedang berlangsung konflik antara pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap pemerintah Suriah. Salah seorang ulama terkemuka di Suriah, Ahmad Bader Eddin Mohammad Adib Hassoun, mengatakan dalam kunjungannya ke India pada Rabu (4/10) bahwa konflik yang terjadi di Suriah bukan konflik keagamaan atau sektarian sebagaimana yang digambarkan oleh Barat. Menurutnya, konflik di Suriah merupakan peperangan melawan kolonialisme.

Hassoun menyatakan bahwa mereka yang menganggap konflik Suriah sebagai konflik sektarian harus melihat fakta bahwa hal serupa juga terjadi di beberapa negara lainnya seperti: Libya, Somalia, Yaman, dan Palestina. Bahkan, ia mengundang siapa saja untuk datang dan melihat langsung keadaan di Suriah serta membaca ulang peta konflik Suriah.

Selain menjelaskan kondisi Suriah, dia berupaya menebarkan pesan-pesan toleransi kepada masyarakat India khususnya dan umumnya kepada dunia.

“Kita semua adalah satu ummah, satu bangsa, dan bukan anak-anak dari sekte atau pun mazhab-mazhab yang tertentu,” ucapnya. “Jangan mau menjadi korban ekstremisme,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa hal paling berbahaya yang kita hadapi saat ini adalah banyaknya umat Muslim yang kurang mengerti Islam, telah berani mengeluarkan fatwa terhadap umat agama lain. Baginya, seorang Muslim sejati adalah mereka yang rela menjadi fasilitator kehidupan, bukan justru menjadi penghambatnya. “Siapa saja yang menunjukkan jalan menuju kebahagiaan adalah saudara kita, apapun agamanya.” Ungkapnya. (fd/TheHindu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL