Astana,LiputanIslam.com-Wakil khusus presiden Rusia, Alexander Lavrentiev, menyesalkan absennya pihak oposisi Suriah dalam perundingan di Astana. Dalam konferensi pers Selasa (14/3) kemarin, Lavrentiev menganggap alasan dari pihak oposisi tidak meyakinkan.

Seraya menyatakan bahwa perundingan berlangsung dalam kondisi tidak biasa, Lavrentiev menegaskan, dialog lebih baik daripada diam dan semua masalah harus dikemukakan.

“Kemungkinan besar, pihak oposisi juga akan absen besok (Rabu,15/3). Kami berharap mereka bersikap rasional. Meski demikian, absennya mereka tidak mengurangi urgensi perundingan ini,”kata Lavrentiev.

Dia menyatakan bahwa Rusia, Iran, dan Turki memiliki banyak topik yang akan dibahas dan diputuskan.

“Sekarang ini, topik gencatan senjata adalah prioritas kami. Inilah yang menyebabkan pihak oposisi absen,”ungkapnya.

Menurut Lavrentiev, kelompok pengawas gencatan senjata dan sanksi atas pelanggar, akan membentuk tim untuk proses pertukaran tawanan dan tahanan.

Dia menyatakan, peta penting kawasan-kawasan yang tercakup dalam gencatan senjata kini telah ada di atas meja. “Kami mengajukan proposal pembentukan delegasi konstitusional dan proposal terkait UUD pemerintahan Suriah. Proposal tersebut kini tengan dikaji,”paparnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL