Beirut,LiputanIslam.com-Sumber-sumber berita mengabarkan gencatan senjata di dataran tinggi Arsal, Lebanon. Rencananya, anggota Jabhat al-Nusra akan dipindahkan bersama keluarga mereka ke Suriah.

Sejak Jumat pekan lalu, Hizbullah telah memulai operasi militer di Arsal. Mereka sukses membebaskan lebih dari 90 persen kawasan ini dari teroris.

Kamis pagi ini (27/7) diberitakan bahwa gencatan senjata telah diberlakukan sejak pukul 6 pagi waktu setempat di semua front Arsal.

Sebuah sumber menyatakan, para anggota al-Nusra akan dibawa ke Suriah bersama keluarga mereka. Aparat keamanan Lebanon bertanggung jawab atas pengamanan mereka.

Kanal berita LBC pada malam lalu memberitakan adanya perundingan antara mediator Lebanon, Suriah, dan komandan keamanan Lebanon. Perundingan ini bertujuan untuk mengakhiri krisis Arsal tanpa konflik senjata.

Sejumlah syarat diajukan dalam perundingan ini kepada al-Nusra dan pemimpinnya, Abu Malik al-Tali. Tampaknya al-Nusra tidak memiliki pilihan selain menerima syarat-syarat tersebut, sebab posisi tawar Hizbullah lebih kuat karena kemenangan mereka di medan tempur.

Tiga syarat tersebut adalah:

Pertama, mengosongkan daerah Wadi Hamid dan menyerahkannya kepada tentara Lebanon.

Kedua, Abu Malik dan bawahannya harus angkat kaki dari kawasan ini. Mereka diharuskan pergi ke Idlib atau kawasan lain di Suriah dengan membawa senjata ringan.

Ketiga, membebaskan para pejuang Hizbullah yang ditawan al-Nusra.

Kemarin sebuah sumber yang dekat dengan Hizbullah menyatakan, tidak ada negosiasi antara Hizbullah dan al-Nusra sama sekali. Setelah terkepung di Arsal, para teroris hanya punya dua pilihan: menyerah atau mati. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL