Washington,LiputanIslam.com-Gedung Putih membantah klaim Benyamin Netanyahu terkait disertakannya sejumlah tanah di Jalur Barat ke Israel. Menurut Gedung Putih, apa yang dikatakan Netanyahu adalah dusta.

Sikap Gedung Putih ini disampaikan menyusul pidato Netanyahu dalam rapat fraksi Likud. Dia menegaskan pentingnya koordinasi maksimal dengan Amerika, karena hubungan dengan Amerika adalah tabungan strategis untuk Israel dan pembangunan pemukiman Yahudi.

Netanyahu pada Senin (13/2) mengaku, pihaknya dan Amerika sedang mengkaji rencana penyerahan pemukiman-pemukiman di Tepi Barat kepada Israel.

Gedung Putih melalui jubirnya menyatakan, Amerika dan Israel tidak pernah mengkaji rencana tersebut. Donald Trump disebut tengah berkonsentrasi untuk mendamaikan Israel dan Palestina.

Kabar ini memicu reaksi dari pemimpin PLO. Menurutnya, tiap tindakan yang berujung pada kekuasaan Rezim Zionis atas wilayah di Tepi Barat, akan meningkatkan ketegangan antara Palestina-Israel.

Juru bicara PLO menegaskan, tindakan sepihak terkait kekuasaan Israel atas pemukiman tidak akan mengubah apa pun, sebab pada dasarnya pembangunan pemukiman Yahudi adalah ilegal.

Analis dari Kanal 10 Israel mengatakan, pemerintah Amerika dibuat kaget dan marah atas statemen Netanyahu ini.

Gedung Putih dikabarkan mengirim pesan ke kantor Netanyahu agar dia memberi penjelasan terkait pernyataan sepihaknya.

Menlu Amerika saat ini tengah melakukan kunjungan di Timur Tengah. Tujuan Rex Tillerson adalah mengembalikan Palestina ke meja perundingan. Dia dikabarkan mendengar statemen Netanyahu usai bertemu dengan el-Sisi, presiden Mesir.

Menurut sumber-sumber Amerika, statemen Netanyahu bisa mengancam kunjungan Tillerson ke lima negara Arab. (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL