Washington,LiputanIslam.com-Tepat di hari ketika Turki mengambil sikap ofensif terhadap sanksi AS dan nilai tukar mata uangnya naik, juru bicara Gedung Putih mengabarkan kemungkinan pencabutan sementara tarif atas produk Turki.

Sarah Sanders di hadapan para jurnalis membela sanksi yang dijatuhkan AS atas Turki. Dia mengatakan, jika Ankara membebaskan Andrew Brunson (pendeta AS yang dituduh sebagai mata-mata), ada kemungkinan sanksi atas Turki akan dicabut untuk sementara.

AS pada 1 Agustus lalu menjatuhkan sanksi atas para menteri Kehakiman dan Dalam Negeri Turki. Washington menyatakan, Brunson harus segera dibebaskan, sebab tuduhan atasnya dinilai lemah. Hal ini memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara. Sebelum itu, hubungan Washington-Ankara memang sudah keruh, lantaran isu pembatalan penjualan jet tempur F-35 oleh Kongres AS.

Turki sendiri balas menjatuhkan sanksi terhadap para menteri AS. Dan di sinilah Donald Trump memutuskan untuk memberikan “hukuman ekonomi” dengan cara melipatgandakan tarif impor alumunium dan baja Turki.

Langkah ini kemudian menyulut perang ekonomi kedua negara. Dengan jatuhnya nilai lira, para pejabat Turki meminta agar rakyat menjual cadangan emas dan valuta asing mereka ke bank-bank. Turki juga memutuskan untuk melarang impor produk elektronik AS. Dengan terbetiknya kabar investasi 15 milyar dolar dari Qatar, kini nilai lira mulai merambat naik.

Sanders dalam jumpa pers mengklaim, turunnya nilai lira tidak ada kaitannya dengan AS. Dia mengomentari langkah Turki yang melarang impor produk elektronik AS. Sanders berkata,”Ini adalah hal yang patut disesalkan dan merupakan akibat dari kesalahan Turki dalam menempuh jalur.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*